Suara Forum_Tangerang, Banten, 11 April 2026 - Kopi, minuman hitam pahit yang tak hanya menghadirkan kehangatan, tetapi juga membuka kisah tentang rasa, pertemuan, dan kehidupan. Menikmati
secangkir kopi di gerai, baik sendiri maupun bersama teman dan keluarga, membuat momen
sederhana terasa lebih bermakna.Dari secangkir kopi dan obrolan santai biasanya melahirkan
berbagai ide, kreativitas, kolaborasi, dan koneksi.
Berdasarkan laporan Organisasi Kopi Internasional (ICO), permintaan konsumsi kopi global
tumbuh sebesar 1,4%, dari 172,58 juta kantong (berukuran 60 kg), pada periode 2023/2024
menjadi 175,07 juta kantong pada periode 2024/2025. Konsumsi terhadap kopi ini
diproyeksikan terus naik hingga mencapai 180,2 juta kantong pada periode 2025/2026.
Konsumsi kopi di Indonesia
Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) memperkirakan konsumsi kopi di Indonesia
akan mencapai 4,8 juta kantong pada periode 2025/2026, atau meningkat sekitar 10.000
kantong dibandingkan periode sebelumnya.
Untuk memenuhi permintaan tersebut, para pelaku usaha di industri kopi berlomba-lomba
memperluas jaringan gerai mereka di Indonesia. Hingga November 2025, tercatat sebanyak
461.991 gerai kopi tersebar di berbagai kota di Tanah Air.
Salah satu brand yang tengah aktif melakukan ekspansi adalah Expat. Roasters, yang
membuka gerai keduanya di wilayah Jabodetabek, tepatnya di AEON Mall BSD, Tangerang,
Banten.
Tentang Expat. Roasters BSD
Lokasi di BSD ini dipilih karena kedekatannya dengan Jakarta, serta memiliki budaya, gaya
hidup, dan kuliner yang berkembang pesat, yang juga didukung oleh banyaknya komunitas
barista yang dapat diajak untuk tumbuh dan berkembang bersama.
“Pertama, BSD berkembang sangat pesat dengan lalu lintas pejalan kaki yang tinggi. Kedua,
kami ingin menjadi bagian dari komunitas dan keluarga, karena di BSD Anda bisa melihat
banyak anak-anak di mana-mana—sesuatu yang biasanya tidak Anda temui di kota besar.
Ketiga, Tangerang memiliki komunitas barista muda yang sangat aktif dan penuh semangat,
sehingga kami dapat menjangkau barista yang ingin belajar dan berkembang bersama kami,”
ujar Founder and CEO of Expat. Roasters, Shae Macnamara.
Gerai baru ini menawarkan konsep dan desain yang lebih estetik dan modern, serta
mengedepankan pelayanan yang hangat dan dekat dari para karyawannya, agar pelanggan
betah menikmati kopi, berbaur dengan sesama, dan membangun komunitas antar pecinta kopi,
yang mampu menghasilkan ide, kolaborasi, dan karya yang bermakna.
Dengan komitmen berkelanjutan terhadap kualitas, inovasi, dan edukasi, Expat. Roasters BSD
menghadirkan lebih dari 12 jenis kopi yang berasal dari seluruh Indonesia, antara lain dari Bali,
Jawa Barat, Sumatra, Sulawesi, Flores, Jawa Timur, Ijen, dan Aceh.
Selain itu, para pecinta kopi juga dapat berdiskusi, bertukar pengetahuan, bahkan mempelajari
berbagai hal tentang kopi bersama barista dan para ahli di Expat. Roasters BSD melalui
berbagai kelas, mulai dari tingkat dasar hingga lanjutan, yang mencakup pengenalan kopi,
teknik roasting, pengolahan, kalibrasi alat, serta berbagai metode penyajian.
“Edukasi merupakan bagian penting dari kegiatan kami. Dengan hadirnya gerai baru ini, kami
sangat antusias untuk semakin terhubung dengan komunitas pecinta kopi di Jakarta—berbagi
pengetahuan, mengasah keterampilan, serta menciptakan pengalaman menikmati kopi yang
lebih bermakna,” ujar Yande Wirawan, Brand Ambassador and Head of Training and Education
at Expat. Roasters.
Tentang coffee sensory
Sabtu, 11 April 2026, saat Grand Opening Expat. Roasters di AEON Mall, BSD, Tangerang
pengunjung, media dan para undangan berkesempatan mencoba Coffee sensory. Coffee
Sensory adalah aktivitas yang biasa dilakukan para barista dan staf untuk mengkurasi biji kopi
guna menjaga kualitas kopi karena setiap biji kopi punya karakter yang berbeda-beda.
Terdapat lebih dari 50 bahan yang digunakan untuk melatih indera perasa dan penciuman
dalam mengenali karakter kopi, terdiri dari 15 jenis makanan seperti cokelat, aneka buah,
kacang, dan selai, serta 36 contoh aroma.
“Setiap kopi memiliki karakter dan cita rasa yang berbeda, seperti fruity, floral, nutty, hingga
spicy. Profil rasa ini juga dipengaruhi oleh origin, tingkat roasting, proses pengolahan, resep,
hingga metode seduh. Melalui pengalaman ini, kami ingin menghadirkan proses quality control
(QC) kepada pelanggan, agar mereka memahami tahapan di balik pemilihan biji kopi serta
menciptakan transparansi dalam setiap sajian,” tambah Yande Wirawan, Brand Ambassador
and Head of Training and Education at Expat. Roasters.
Expat. Roasters BSD buka setiap hari, mulai pukul 10.00 pagi hingga pukul 22.00 malam.
Tentang Expat. Roasters
Expat. Roasters merupakan brand roastery dan kafe kopi asal Bali, yang dikenal atas
kolaborasinya dengan para petani, UMKM, komunitas barista, serta komitmennya dalam
memilih dan memanggang biji kopi berkualitas tinggi dari berbagai penjuru dunia, untuk
menghadirkan cita rasa terbaik bagi para penikmat kopi di seluruh dunia.
Brand ini lahir dari pengamatan sang pemilik, Shae Macnamara, seorang ekspatriat asal
Australia, yang melihat bahwa orang Indonesia cenderung tertarik pada hal-hal yang bersifat
internasional, unik, dan menawarkan pengalaman baru. Hal ini mendorong minat sekaligus
membangun kepercayaan mereka. Di sisi lain, pemilik memiliki passion terhadap produk lokal
Indonesia dan kopi berkualitas, serta ingin menghadirkan standar dan kualitas internasional
dalam brand kopi miliknya—yang kemudian melahirkan nama Expat. Roasters.
Hingga kini, Expat. Roasters telah membuka 10 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia, yaitu
Bali, Bandung, Surabaya, Makassar, Jakarta, dan Tangerang.
Alasan membuka gerai di Indonesia
Menurut pemilik, Indonesia memiliki salah satu ekonomi paling menarik di dunia, dengan
pertumbuhan pesat di sektor ekonomi, pasar kopi, dan specialty coffee yang berkembang lebih
cepat dibandingkan banyak negara lain.
“Indonesia juga merupakan salah satu produsen dan pemilik lahan kopi terbesar di dunia,
sehingga bahan baku berkualitas tersedia sangat dekat dengan kita. Tidak banyak tempat di
dunia yang menawarkan tingkat dinamika, semangat, dan akses langsung ke sumber daya
seperti yang dimiliki Indonesia,” ujar Founder and CEO of Expat. Roasters, Shae Macnamara.
Dampak bencana Sumatra ke bisnis Expat. Roasters
Pemilik juga menambahkan bahwa kejadian banjir dan longsor di Sumatra pada November
2025 lalu cukup mempengaruhi bisnis kopinya, terutama pada harga dan pengiriman stok.
“Kami membeli berton-ton kopi setiap minggu dari Sumatra dan komunitas petani di sana.
Sayangnya, para petani terdampak sangat parah—sekitar 50% lahan mereka hancur akibat
banjir dan tanah longsor, sehingga merekalah yang paling merasakan dampaknya. Akibatnya,
harga kopi meningkat sementara akses terhadap kopi semakin terbatas, sehingga menyulitkan
kami untuk mendapatkan kopi berkualitas tinggi dari wilayah tersebut.” tambah Shae
Macnamara.
Kinerja Kopi di Indonesia
Berdasarkan data Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), Indonesia menempati
peringkat keempat sebagai produsen dan pengekspor kopi terbesar di dunia, setelah Brasil,
Vietnam, dan Kolombia.
Pada tahun 2025, Indonesia memproduksi sekitar 12,45 juta kantong kopi dan mengekspor
8,87 juta kantong ke berbagai negara, seperti Belgia, Amerika Serikat, Jerman, Mesir, dan
Malaysia, dengan nilai mencapai US$2,5 miliar.
Pangsa pasar kopi di Indonesia juga merupakan yang terbesar di Asia Tenggara, dengan nilai
mencapai US$ 1,04 miliar. Hal ini didukung oleh jumlah penduduk yang melebihi 280 juta jiwa,
serta pertumbuhan jaringan gerai kopi modern yang pesat.
Salah satu kopi asal Indonesia, yaitu kopi Gayo, menempati peringkat kelima sebagai biji kopi
terbaik di dunia berdasarkan Taste Atlas edisi April 2026. Posisinya berada di bawah Café de
Colombia dari Kolombia, Arabika dari Ethiopia, Jamaican Blue Mountain dari Jamaika, serta
Robusta dari Replublik Demokratik Kongo.(red_Rudi)

