Notification

×

Indonesia Dorong Perluasan Penempatan Pekerja Terampil di Industri Kapal Pesiar Global

Kamis, Juni 11, 2026 | Kamis, Juni 11, 2026 WIB Last Updated 2026-06-11T02:59:28Z


Suara Forum _
Jakarta. Pemerintah Indonesia terus mendorong perluasan penempatan tenaga kerja terampil di berbagai sektor strategis dunia, termasuk industri kapal pesiar internasional yang dinilai memiliki kebutuhan besar terhadap sumber daya manusia berkualitas.



Wakil Menteri Luar Negeri, Arif Havas Oegroseno, menyatakan bahwa industri kapal pesiar global merupakan sektor yang terus berkembang dan membutuhkan tenaga kerja di berbagai bidang seperti perhotelan, kuliner, teknik, dan manajemen operasional.


“Industri kapal pesiar merupakan sektor global yang terus berkembang dan membutuhkan tenaga kerja berkualitas di berbagai bidang,” ujar Wamenlu, Rabu (10/6/2026).


Menurutnya, Indonesia telah menunjukkan kemampuan dalam menghasilkan tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan mampu bersaing di pasar kerja internasional.


Sementara itu, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Christina Aryani, menegaskan bahwa Indonesia siap memenuhi kebutuhan tenaga kerja global dan memiliki visi untuk berkembang sebagai pusat talenta dunia (global talent hub).


Ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki modal sumber daya manusia yang cukup besar, antara lain lebih dari 108 ribu lulusan SMK bidang perhotelan, lebih dari 21 ribu peserta didik sekolah vokasi maritim, serta lebih dari 5.600 lulusan SMK pelayaran niaga yang berpotensi mengisi kebutuhan tenaga kerja di sektor kapal pesiar internasional.


Dialog yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri tersebut mempertemukan perwakilan kedutaan besar negara-negara mitra, khususnya dari kawasan European Union, pelaku industri kapal pesiar, lembaga pendidikan dan sertifikasi, serta kementerian dan lembaga terkait.


Dalam pertemuan itu, para peserta membahas berbagai peluang dan tantangan dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di industri kapal pesiar. Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain peningkatan kemampuan bahasa Inggris, penguatan kualitas pendidikan dan pelatihan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri, serta penyelesaian berbagai hambatan terkait mobilitas tenaga kerja.


Selain itu, penguatan tata kelola dan perlindungan pekerja migran Indonesia juga menjadi fokus pembahasan guna memastikan proses penempatan tenaga kerja berlangsung secara aman, legal, dan berkelanjutan.


Para duta besar dan perwakilan negara sahabat memberikan respons positif terhadap inisiatif tersebut. Mereka menyatakan kesiapan untuk memperkuat kerja sama, termasuk dalam peningkatan kompetensi bahasa, pengembangan keterampilan sesuai standar industri internasional, serta mempererat hubungan antara institusi pendidikan dan pelatihan di Indonesia dengan mitra industri di negara-negara Eropa.


Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses tenaga kerja Indonesia ke pasar global sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia nasional di sektor-sektor bernilai tambah tinggi.
×